Ketika mendengar alunan ayat suci al-qur'an surat al-jaljalah, hatiku slalu bergetar, jujur bukan karena atas dasar keimananku tapi seolah aku belum siap menghadapi guncangan dahsyat yang jelas-jelas pasti akan terjadi.
Berbagai fenomena yang terjadi di dunia ini tentu sudah diatur oleh sang pencipta Allah SWT, termasuk saat aku membuat sebuah coretan ini. Aku tidak tahu apakah besok atau lusa aku bisa membuat coretan yang lain, disadari atau tidak kematian pasti akan menjemput.
Sehari yang lalu terjadi gempa yang meluluh-lantahkan tempat dimana aku di lahirkan, desa yang membesarkanku, tempat yang membuat aku bisa berdiri dan berjalan mencari jalan keridhoan Alloh swt, tempat yang pernah menjadi surga dunia bagiku, banyak kenangan indah terukir di balik dinding dan tanah yang sejuk. Rumah-rumah yang megah, pondok dan masjid yang indah, gubuk-gubuk yang kecil mungil, dan tempat-tempat lain yang indah yang masih terukir dalam ingatatnku, namun kini hancur berantakan. Apa salah mereka? Apa salah kami? adzabkah ini? Cobaankah atau peringatan bahwa kami telah lupa kepada sang pencipta?? lalu layakkah kami mengeluh dan mengadu??. banyak pertanyaan yang tersirat dari benak aku dan mereka....
Sampai akhirnya aku teringat sebuah pesan yang ada jauh sebelum ibunda menjejakkan kaki ke bumi, jauh sebelum rumahku tegak berdiri, bahkan jauh sebelum aku terlahir kedunia, yaitu sebuah ayat suci kalam illahi yang di sampaikan melalui seorang hamba yang sangat mulia Muhammad Saw, kutipan ayat al-Qur'an yang berbunyi “Wa tilkal ayamu nudawiluha bainannas” demikianlah hari-hari itu kami putarkan di antara manusia.
Jika dahulu gempa meluluh lantahkan saudara kita di Jogja kini desa kesayanganku mendapat gilirannya,, Berat awalnya menerima kenyataan ini. tapi kini musibah ini ku anggap cobaan yang menguji keimanan, walau sesak di dada belum menghilang namun kucoba untuk merelakan semuanya, karena ratapan, keluhan, dan penyesalan tidak akan membuat semuanya kembali seperti dahulu.
Ya Allah ampuni kami semua yg slalu bergelimang dosa...
Tegakkan kembali desa kammi agar kami bisa kembali mengumandangkan ayat-ayatmu
Berikan kami kekuatan agar bisa menghadapi segala coabaan ini..
Berbagai fenomena yang terjadi di dunia ini tentu sudah diatur oleh sang pencipta Allah SWT, termasuk saat aku membuat sebuah coretan ini. Aku tidak tahu apakah besok atau lusa aku bisa membuat coretan yang lain, disadari atau tidak kematian pasti akan menjemput.
Sehari yang lalu terjadi gempa yang meluluh-lantahkan tempat dimana aku di lahirkan, desa yang membesarkanku, tempat yang membuat aku bisa berdiri dan berjalan mencari jalan keridhoan Alloh swt, tempat yang pernah menjadi surga dunia bagiku, banyak kenangan indah terukir di balik dinding dan tanah yang sejuk. Rumah-rumah yang megah, pondok dan masjid yang indah, gubuk-gubuk yang kecil mungil, dan tempat-tempat lain yang indah yang masih terukir dalam ingatatnku, namun kini hancur berantakan. Apa salah mereka? Apa salah kami? adzabkah ini? Cobaankah atau peringatan bahwa kami telah lupa kepada sang pencipta?? lalu layakkah kami mengeluh dan mengadu??. banyak pertanyaan yang tersirat dari benak aku dan mereka....
Sampai akhirnya aku teringat sebuah pesan yang ada jauh sebelum ibunda menjejakkan kaki ke bumi, jauh sebelum rumahku tegak berdiri, bahkan jauh sebelum aku terlahir kedunia, yaitu sebuah ayat suci kalam illahi yang di sampaikan melalui seorang hamba yang sangat mulia Muhammad Saw, kutipan ayat al-Qur'an yang berbunyi “Wa tilkal ayamu nudawiluha bainannas” demikianlah hari-hari itu kami putarkan di antara manusia.Jika dahulu gempa meluluh lantahkan saudara kita di Jogja kini desa kesayanganku mendapat gilirannya,, Berat awalnya menerima kenyataan ini. tapi kini musibah ini ku anggap cobaan yang menguji keimanan, walau sesak di dada belum menghilang namun kucoba untuk merelakan semuanya, karena ratapan, keluhan, dan penyesalan tidak akan membuat semuanya kembali seperti dahulu.
Ya Allah ampuni kami semua yg slalu bergelimang dosa...Tegakkan kembali desa kammi agar kami bisa kembali mengumandangkan ayat-ayatmu
Berikan kami kekuatan agar bisa menghadapi segala coabaan ini..



















9 komentar:
assalamualaikum
ka dzar aku turut berdukaciata atas musibah yang menimpa family ka dzar.
sabar z, smoga allh memberikan jalan terbaik kepada semuanya.
'Wa tilkal ayamu nudawiluha bainannas'
benar mas, lagi kegiliran dapet ujian, moga iman kita bertambah.. aminnnn
Allah maha kuasa atas segala sesuatu.
kita kembalikan segala musibah ini kepada Allah.
pasti ada hikmah di balik musibah.
semoga bencana ini membuat bangsa kita sadar akan hak dan kewajiban kepada tuhannya.
dan semoga tdk ada bencana lain yang melanda negri kita tercinta
sami kang abi urang sunda turut berduka cita atas musibah gempa yang melanda jawabarat, eta pepeling ngarah urang areling..
kita mesti banyak2 mendekatkan diri padaNya, itu baru guncangan sesaat.. smoga kita diberi kesabaran dan kesadaran.. makasih telah mengingatkan kang...
Turut berduka cita atas para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semua pasti ada hikmahnya.
Hari itu akan tiba, kita semua akan alami
dg berbagai bentuk cobaan.
Maka tak satupun dr kita mampu berlari,
ketika tiba saatnya ...
Maka marilah 'persiapkan diri'
seolah maut bersegera menjemput.
Meski tak ada seorangpun mampu bersiap diri
menghadapi cobaan besar, selain berpasrah pada Sang Ilahi ... Salam kenal, terima kasih silahturahmi-nya.
sabar ya mas ... afwan baru berkunjung :)
Assalamu'alaikum,
Mohon maaf, saya lama tidak mengupdate blog saya yang http://dakwahdewiyana.blogdetik.com
Jadi komentarnya baru terbaca dan baru bisa saya balas kunjungan sekarang. Sabar dan tawakal ya...
Saya lebih aktif ngeblog di blog pertama saya : http://jalandakwahbersama.wordpress.com (Dewi Yana)
Post a Comment
Tuliskan komentar !, karena sobat berhak untuk berpendapat.